Jakarta, 2 September 2026 – Pernyataan Sara Netanyahu mengenai mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Yair Golan memicu polemik politik dan ancaman gugatan hukum. Istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu itu menyiratkan bahwa Golan mungkin telah mengetahui lebih awal mengenai serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pernyataan tersebut disampaikan Sara dalam wawancara dengan Channel 14 Israel pada Senin malam, 31 Agustus 2026. Golan kemudian membantah insinuasi tersebut dan menyatakan akan mengambil langkah hukum atas dugaan pencemaran nama baik.
Dalam wawancara tersebut, Sara mempertanyakan bagaimana Golan dapat berada di wilayah selatan Israel pada pagi hari serangan dan telah mengenakan seragam serta bersiap menghadapi situasi tersebut. Ia membandingkan kecepatan respons Golan dengan kondisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menurut pemerintah saat itu tidak segera mendapatkan informasi mengenai serangan. Pernyataan Sara kemudian dipahami sebagai insinuasi bahwa Golan memiliki informasi lebih awal mengenai serangan Hamas. Namun, tidak ada bukti yang disampaikan untuk mendukung dugaan bahwa Golan mengetahui rencana serangan sebelum serangan tersebut dimulai.
Golan merupakan mantan pejabat tinggi militer Israel yang pada pagi 7 Oktober 2023 bergerak menuju wilayah selatan setelah serangan Hamas berlangsung. Ia kemudian berada di sekitar lokasi festival musik Nova dan membantu menyelamatkan sejumlah orang yang menjadi sasaran serangan. Golan selama ini menyatakan bahwa dirinya mengetahui serangan tersebut setelah sirene pertama berbunyi sekitar pukul 06.29 waktu setempat. Ia disebut bergerak ke selatan sekitar pukul 08.00, atau sekitar satu setengah jam setelah serangan dimulai.
Pernyataan Sara mendapat respons keras dari Golan yang kini memimpin Partai Demokrat Israel. Golan mengatakan dirinya akan menggugat Sara atas pernyataan yang dianggap mencemarkan nama baiknya. Ia juga menilai tuduhan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mengubah narasi mengenai peristiwa 7 Oktober dan mengalihkan perhatian dari kegagalan keamanan yang terjadi saat serangan berlangsung. Bagi Golan, mengaitkan tindakannya menyelamatkan warga dengan dugaan pengkhianatan merupakan tuduhan serius yang tidak dapat dibiarkan begitu saja.
Dalam surat peringatan hukum yang dikirimkan kepada Sara, Golan meminta agar pernyataan tersebut ditarik dan disertai permintaan maaf secara terbuka. Ia juga memperingatkan akan mengajukan gugatan senilai 2,5 juta shekel atau sekitar 825 ribu dolar AS apabila tuntutannya tidak dipenuhi. Golan meminta agar Sara juga memberikan sumbangan bagi para penyintas tragedi festival Nova. Langkah tersebut menjadi awal dari kemungkinan sengketa hukum antara dua tokoh yang berada di kubu politik yang berseberangan.
Sara kemudian menolak untuk meminta maaf dan justru menyatakan mempertimbangkan langkah hukum balik. Ia menuding Golan telah memutarbalikkan pernyataannya dan memberikan waktu kepada mantan jenderal tersebut untuk menarik tuduhannya. Sara juga mengancam akan mengajukan gugatan senilai 1 juta shekel atau sekitar 330 ribu dolar AS apabila tuntutannya tidak dipenuhi. Perselisihan tersebut membuat polemik yang awalnya muncul dari wawancara politik berkembang menjadi ancaman saling menggugat.
Pernyataan Sara juga mendapat kecaman dari sejumlah tokoh oposisi Israel. Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Gadi Eisenkot menyebut teori mengenai adanya pengkhianatan dalam serangan 7 Oktober tidak memiliki dasar faktual dan hanya berpotensi memperbesar kebencian di tengah masyarakat. Partai Demokrat yang dipimpin Golan juga mengecam pernyataan tersebut dan menilai tuduhan terhadap Golan telah melewati batas. Mereka menegaskan bahwa tindakan Golan pada 7 Oktober seharusnya dipandang sebagai upaya menyelamatkan warga yang berada dalam bahaya.
Kontroversi ini berlangsung ketika perdebatan mengenai kegagalan Israel menghadapi serangan Hamas 7 Oktober 2023 masih menjadi isu politik besar. Pemerintah Israel menghadapi tekanan untuk mengungkap secara menyeluruh berbagai kegagalan intelijen, keamanan, dan pengambilan keputusan yang terjadi sebelum maupun saat serangan. Perdebatan tersebut juga semakin sensitif menjelang pemilu Israel, ketika isu tanggung jawab politik atas serangan menjadi bagian penting dalam persaingan antarkelompok. Serangkaian tuduhan tanpa bukti mengenai keterlibatan atau pengetahuan sebelumnya berpotensi semakin memperuncing perpecahan politik.
Di tengah polemik tersebut, Golan tetap menegaskan bahwa dirinya mengetahui serangan setelah sirene berbunyi dan kemudian mengambil keputusan untuk bergerak ke wilayah selatan. Rencana gugatan terhadap Sara kini menjadi perkembangan baru dalam perselisihan tersebut, sementara Sara juga telah mengisyaratkan kemungkinan mengambil tindakan hukum balasan. Perseteruan keduanya memperlihatkan betapa sensitifnya pembahasan mengenai tragedi 7 Oktober di Israel. Selain menjadi pertarungan politik, perkara tersebut berpotensi berkembang menjadi sengketa hukum yang kembali menempatkan pertanyaan mengenai tanggung jawab dan kegagalan keamanan Israel dalam sorotan publik.