Jakarta, 22 Oktober 2026 – Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United semakin tidak menentu setelah timnya mengalami kekalahan telak 1-4 dari Como dalam pertandingan Liga Champions 2026-2027. Hasil memalukan tersebut membuat tekanan terhadap Carrick meningkat tajam, terutama karena Setan Merah belum mampu menunjukkan konsistensi sepanjang awal musim. Manajemen Manchester United dikabarkan mulai mempertimbangkan sejumlah pilihan apabila perubahan pelatih diperlukan. Salah satu nama yang mencuat adalah Antonio Conte, mantan pelatih Chelsea, Tottenham Hotspur, dan Napoli. Meski demikian, belum ada pengumuman resmi mengenai pemecatan Carrick maupun penunjukan penggantinya.
Manchester United menjalani malam yang mengecewakan ketika bertandang ke Stadion Giuseppe Sinigaglia, markas Como, Rabu (21/10/2026). Tim asuhan Cesc Fabregas langsung memberikan tekanan dan membuka keunggulan melalui Nico Paz pada menit kedua. Gol cepat tersebut membuat Manchester United kesulitan mengembangkan permainan dan kehilangan kendali pertandingan. Como kemudian memperbesar keunggulan melalui Tasos Douvikas sebelum Nico Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor. Jacobo Ramon melengkapi pesta gol tuan rumah pada babak kedua. Sementara itu, Manchester United hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Joshua Zirkzee pada masa tambahan waktu.
Kekalahan tersebut memperpanjang catatan buruk Manchester United yang belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di seluruh kompetisi. Sepanjang awal musim, Setan Merah juga baru mencatatkan dua kemenangan dari 11 pertandingan. Situasi semakin sulit karena Manchester United berada di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Inggris. Penampilan tim dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti, baik dalam organisasi pertahanan maupun efektivitas serangan. Kondisi tersebut membuat posisi Carrick semakin mendapat sorotan menjelang pertandingan berikutnya. Manajemen klub kini menghadapi tuntutan untuk segera menemukan solusi atas penurunan performa tim.
Selepas pertandingan, Carrick mengakui kekecewaannya terhadap penampilan Manchester United. Mantan gelandang tim nasional Inggris itu menilai para pemain gagal menunjukkan intensitas dan kerja keras yang dibutuhkan untuk menghadapi lawan. Ia juga menghampiri pendukung Manchester United yang hadir di stadion untuk menyampaikan permintaan maaf. Carrick menegaskan bahwa perhatian utamanya adalah memperbaiki performa tim, bukan memikirkan kelanjutan jabatannya. Namun, pernyataan tersebut belum meredakan spekulasi mengenai kemungkinan perubahan di kursi kepelatihan. Kekalahan dari Como dianggap semakin memperbesar tekanan terhadap dirinya.
Situasi di Manchester United semakin menjadi perhatian setelah kapten tim, Bruno Fernandes, mempertanyakan pendekatan taktik yang diterapkan dalam pertandingan. Fernandes menyoroti keputusan untuk tidak melakukan tekanan langsung secara agresif terhadap pemain Como. Menurutnya, pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada lawan untuk menguasai bola dan membangun kepercayaan diri. Pernyataan itu memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian strategi pelatih dengan kebutuhan tim di lapangan. Carrick sendiri mengakui bahwa para pemain tidak menunjukkan intensitas pergerakan yang cukup. Perbedaan pandangan tersebut menambah tantangan yang harus dihadapi Manchester United dalam upaya memperbaiki hasil pertandingan.
Di tengah ketidakpastian masa depan Carrick, Antonio Conte kembali dikaitkan dengan kursi pelatih Manchester United. Pelatih asal Italia tersebut sedang tidak menangani klub setelah berpisah dengan Napoli pada akhir musim sebelumnya. Conte memiliki pengalaman panjang di kompetisi elite Eropa dan dikenal dengan pendekatan permainan yang menekankan disiplin taktik serta intensitas tinggi. Ia pernah meraih gelar Liga Inggris bersama Chelsea dan memiliki pengalaman menangani sejumlah klub besar Italia. Kesediaannya mempertimbangkan pekerjaan baru di tengah musim membuat namanya semakin sering dibicarakan. Meski begitu, kabar mengenai kemungkinan kedatangannya masih berada pada tahap spekulasi.
Pakar transfer Fabrizio Romano sebelumnya menjelaskan bahwa belum terdapat kesepakatan maupun negosiasi konkret antara Antonio Conte dan Manchester United. Conte disebut terbuka untuk kembali melatih klub besar Eropa, termasuk apabila kesempatan tersebut muncul sebelum musim berakhir. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa manajemen Manchester United juga mempertimbangkan kandidat lain. Julian Nagelsmann disebut sebagai salah satu nama yang mendapat perhatian karena pengalaman dan pendekatan taktiknya. Eddie Howe serta Fabian Hurzeler turut muncul dalam pembicaraan mengenai kemungkinan pengganti Carrick. Dengan banyaknya nama yang beredar, keputusan akhir klub masih belum dapat dipastikan.
Manchester United kini menghadapi periode penting untuk menentukan langkah berikutnya setelah serangkaian hasil mengecewakan. Pertandingan menghadapi Bournemouth pada Minggu (25/10/2026) menjadi salah satu agenda terdekat yang dapat memberikan gambaran mengenai respons tim. Carrick masih memiliki kesempatan memperbaiki penampilan Manchester United selama belum ada keputusan resmi dari manajemen. Di sisi lain, pembicaraan mengenai Antonio Conte dan sejumlah pelatih lainnya menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap masa depan kursi kepelatihan Old Trafford. Klub perlu mempertimbangkan stabilitas tim, kesesuaian filosofi permainan, serta kebutuhan jangka panjang sebelum mengambil keputusan. Untuk saat ini, Conte masih sebatas kandidat yang dikaitkan dengan Manchester United, sementara Carrick tetap menjadi pelatih yang bertanggung jawab atas performa Setan Merah.