Jakarta, 7 September 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan tercatat atau emiten untuk memanfaatkan Public Expose Live 2026 sebagai ruang menyampaikan kondisi perusahaan secara terbuka kepada investor. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menegaskan kegiatan tersebut tidak seharusnya dipandang sebatas agenda rutin atau kewajiban administratif. Emiten diharapkan memberikan penjelasan mengenai kinerja keuangan, perkembangan usaha, strategi, tantangan, hingga prospek bisnis yang akan dihadapi ke depan. Informasi yang diberikan juga harus akurat, relevan, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga investor memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi perusahaan. Keterbukaan tersebut dinilai semakin penting ketika investor membutuhkan informasi berkualitas untuk mengambil keputusan di tengah dinamika pasar. OJK menempatkan transparansi sebagai salah satu fondasi utama dalam penguatan integritas pasar modal Indonesia.
Hasan menyampaikan arahan tersebut saat membuka Public Expose Live 2026 yang berlangsung secara virtual pada Senin. Menurutnya, forum tersebut merupakan bagian konkret dari komitmen meningkatkan keterbukaan informasi sekaligus menjalankan agenda percepatan reformasi integritas pasar modal. Setiap paparan mengenai kinerja maupun prospek yang disampaikan perusahaan tercatat menjadi bentuk pelaksanaan prinsip keterbukaan kepada publik. Karena itu, informasi yang disampaikan tidak cukup hanya memenuhi persyaratan formal, tetapi harus mampu memberikan pemahaman yang benar kepada investor. Manajemen perusahaan mempunyai kesempatan menjelaskan konteks di balik angka-angka yang tercantum dalam laporan keuangan maupun keterbukaan informasi lainnya. Dengan komunikasi yang lebih terbuka, potensi kesenjangan informasi antara manajemen dan investor diharapkan dapat semakin dikurangi.
Public Expose Live periode September 2026 berlangsung selama lima hari pada 7 hingga 11 September dengan melibatkan 45 perusahaan tercatat. Kegiatan tersebut diselenggarakan Bursa Efek Indonesia bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dengan dukungan OJK. Penyelenggaraan kali ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 Pasar Modal Indonesia. Format virtual dipertahankan untuk memberikan kesempatan kepada investor dari berbagai wilayah mengikuti paparan tanpa harus hadir secara langsung di Jakarta. Investor dapat mendengarkan penjelasan dari jajaran manajemen sekaligus mengikuti sesi interaksi mengenai perkembangan perusahaan. Akses tersebut diharapkan membuat informasi mengenai emiten dapat diterima lebih luas dan tidak hanya beredar di kalangan investor tertentu.
Direktur Bursa Efek Indonesia Syaidu Solihin mengatakan forum tersebut memberikan kesempatan kepada investor untuk memperoleh penjelasan langsung dari manajemen perusahaan tercatat. Informasi yang dapat didalami tidak hanya menyangkut capaian kinerja, tetapi juga strategi, prospek, rencana pengembangan usaha, serta berbagai tantangan yang sedang dihadapi perusahaan. Penjelasan langsung dari manajemen dinilai dapat membantu investor memahami konteks yang tidak selalu terlihat hanya dengan membaca laporan perusahaan. Investor juga mempunyai kesempatan mengajukan pertanyaan sehingga komunikasi berlangsung dua arah. Mekanisme tersebut penting untuk membangun pemahaman yang lebih lengkap mengenai fundamental dan arah bisnis masing-masing emiten. Namun, investor tetap perlu menggunakan informasi tersebut bersama keterbukaan resmi lainnya sebelum menentukan keputusan investasi.
OJK meminta perusahaan tercatat mempertahankan keterbukaan informasi tidak hanya selama Public Expose Live berlangsung. Transparansi harus menjadi praktik yang dilakukan secara konsisten ketika terdapat perkembangan material yang dapat memengaruhi kondisi perusahaan maupun keputusan investor. Ketepatan waktu menjadi unsur penting karena informasi yang terlambat dapat menciptakan ketimpangan akses di antara pelaku pasar. Kualitas informasi juga harus dijaga agar tidak menyesatkan, terlalu optimistis, atau hanya menampilkan sisi positif perusahaan. Penjelasan mengenai risiko dan tantangan perlu disampaikan secara berimbang bersama rencana pertumbuhan yang sedang disiapkan. Pendekatan tersebut dibutuhkan untuk menciptakan proses pembentukan harga yang lebih wajar berdasarkan informasi yang tersedia secara luas.
Penguatan transparansi menjadi salah satu agenda besar reformasi pasar modal yang dijalankan OJK bersama organisasi regulator mandiri sepanjang 2026. Sejumlah kebijakan telah diterapkan untuk meningkatkan keterbukaan struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat kepada publik. Informasi mengenai kepemilikan saham tertentu dibuat semakin terperinci sehingga investor mempunyai pemahaman lebih baik mengenai struktur pengendalian sebuah emiten. Pengumuman mengenai konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi juga menjadi bagian dari reformasi tersebut. Selain itu, klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham diperinci untuk memberikan gambaran pasar yang lebih transparan. Seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan integritas sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal nasional.
Perubahan ketentuan mengenai saham yang beredar di publik atau free float turut menjadi bagian dari reformasi tersebut. Bursa telah melakukan penyempurnaan Peraturan Nomor I-A mengenai pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan perusahaan tercatat. Peningkatan free float diharapkan memperluas kepemilikan publik dan mendukung peningkatan likuiditas perdagangan saham. Struktur kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi dapat membuat perdagangan sebuah saham menjadi terbatas sehingga proses pembentukan harga kurang optimal. Dengan jumlah saham publik yang lebih memadai, basis investor dapat berkembang dan aktivitas perdagangan diharapkan menjadi lebih sehat. Bursa memberikan masa transisi agar perusahaan tercatat mempunyai waktu menyesuaikan diri dengan ketentuan baru tersebut.
OJK dan BEI juga memperkuat kualitas tata kelola melalui peningkatan kewajiban pelaporan keuangan serta pengembangan kapasitas direksi, komisaris, dan komite audit. Perusahaan tercatat dituntut mempunyai sistem internal yang mampu menghasilkan informasi akurat sebelum disampaikan kepada publik. Tanggung jawab keterbukaan karena itu tidak hanya berada pada bagian hubungan investor atau sekretaris perusahaan, tetapi juga melibatkan jajaran pengurus dan pengawas perusahaan. Informasi mengenai strategi dan prospek harus mempunyai dasar yang dapat dijelaskan serta tidak digunakan sekadar untuk membangun ekspektasi pasar. Tata kelola yang baik membantu memastikan setiap informasi material melewati proses pemeriksaan internal yang memadai. Hal tersebut penting karena kualitas informasi perusahaan berpengaruh terhadap kepercayaan investor dan kredibilitas pasar secara keseluruhan.
Bagi investor, Public Expose Live dapat menjadi salah satu kesempatan untuk membandingkan pernyataan manajemen dengan data keuangan dan perkembangan perusahaan yang sebelumnya telah dipublikasikan. Investor dapat mencermati apakah pertumbuhan pendapatan dan laba berjalan sejalan dengan target, bagaimana kondisi arus kas dan utang, serta strategi perusahaan menghadapi perubahan ekonomi maupun persaingan industri. Rencana ekspansi, belanja modal, sumber pendanaan, dan risiko bisnis juga menjadi informasi yang dapat diperhatikan ketika manajemen menjelaskan prospek perusahaan. Namun, pernyataan mengenai target dan prospek tetap mengandung ketidakpastian karena kondisi bisnis dapat berubah. Karena itu, paparan manajemen sebaiknya digunakan sebagai salah satu bahan analisis dan bukan satu-satunya dasar keputusan. Investor tetap perlu mempertimbangkan tujuan investasi, profil risiko, serta informasi resmi perusahaan secara menyeluruh.
Melalui Public Expose Live 2026, OJK berharap hubungan antara emiten dan investor berkembang menjadi komunikasi jangka panjang yang didasarkan pada keterbukaan dan kepercayaan. Perusahaan tidak hanya diminta menampilkan pencapaian ketika kinerja sedang baik, tetapi juga menjelaskan tantangan secara terbuka ketika kondisi bisnis menghadapi tekanan. Keterbukaan yang konsisten dinilai dapat membantu investor memahami risiko sekaligus memberikan penilaian yang lebih objektif terhadap perusahaan. Bagi pasar modal Indonesia, peningkatan kualitas informasi juga menjadi bagian penting dalam membangun pasar yang berintegritas, berkelanjutan, dan mampu bersaing secara global. OJK bersama BEI dan lembaga terkait akan terus memperkuat regulasi serta pengawasan untuk mendorong standar transparansi yang lebih tinggi. Public Expose Live pun diharapkan menjadi salah satu sarana yang membuat keterbukaan informasi benar-benar menjadi budaya perusahaan tercatat, bukan sekadar kewajiban yang dipenuhi ketika agenda tahunan berlangsung.