Jakarta, 9 September 2026 – Persija Jakarta dinilai memiliki momentum besar untuk mengakhiri catatan buruk menghadapi Persib Bandung ketika kedua tim bertemu pada pekan kedua Super League 2026-2027. Duel sarat gengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 12 September 2026. Salah satu perubahan besar yang menjadi perhatian adalah tidak adanya lagi Bojan Hodak sebagai pelatih kepala Persib. Maung Bandung kini berada di bawah kendali Igor Tolic, sementara Persija memasuki musim baru bersama Shin Tae-yong. Perubahan di kursi pelatih tersebut membuat duel kali ini dianggap menawarkan dinamika berbeda dibandingkan pertemuan kedua klub dalam tiga musim terakhir.
Bojan Hodak sebelumnya menjadi sosok yang sangat sulit ditaklukkan Persija. Sepanjang periode 2023 hingga 2026, pelatih asal Kroasia tersebut membawa Persib tidak terkalahkan dalam enam pertandingan liga menghadapi Macan Kemayoran. Persib membukukan empat kemenangan dan dua hasil imbang dalam periode tersebut. Catatan itu membuat Persija tidak pernah merasakan kemenangan atas Persib selama Hodak berada di pinggir lapangan. Dominasi tersebut kini mendapatkan ujian baru setelah Hodak tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala dan beralih menjadi penasihat teknik dalam struktur Persib.
Kursi pelatih kepala Persib sekarang dipercayakan kepada Igor Tolic yang sebelumnya menjadi bagian dari staf kepelatihan Hodak. Penunjukan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesinambungan proyek setelah Persib meraih kesuksesan dalam beberapa musim terakhir. Tolic bukan sosok asing bagi para pemain karena sudah memahami karakter skuad, budaya klub, serta sistem yang sebelumnya dibangun bersama Hodak. Meski demikian, tanggung jawab sebagai pelatih kepala tentu berbeda karena keputusan teknis pertandingan kini berada langsung di tangannya. Pertandingan menghadapi Persija pun menjadi salah satu ujian besar pada awal masa kepemimpinannya.
Di kubu Persija, kehadiran Shin Tae-yong membawa optimisme tersendiri. Pengamat sepak bola Taufiq Ardyansyah menilai pergantian pelatih Persib dapat menjadi momentum bagi Persija untuk memutus tren negatif dalam pertemuan kedua tim. Ia membandingkan situasi tersebut dengan pengalaman Shin Tae-yong ketika menangani Timnas Indonesia dan berulang kali kesulitan menghadapi Vietnam yang masih dilatih Park Hang-seo. Setelah terjadi pergantian pelatih di kubu Vietnam, Shin akhirnya mampu membawa Indonesia mendapatkan hasil yang lebih baik. Situasi Persija dan Persib sekarang dianggap mempunyai kemiripan dari sisi perubahan figur di kursi pelatih lawan.
Optimisme Persija semakin besar setelah mampu membuka musim dengan kemenangan. Macan Kemayoran menaklukkan Borneo FC dengan skor 1-0 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu, 5 September 2026. Gol tunggal Alexander Jeremejeff memastikan Persija membawa pulang tiga poin dari pertandingan tandang yang tidak mudah. Hasil tersebut terasa semakin penting karena menjadi kemenangan pertama Persija di markas Borneo FC dalam delapan tahun terakhir. Modal tiga poin membuat kepercayaan diri pemain meningkat menjelang pertandingan besar melawan Persib.
Meski berhasil menang, Shin Tae-yong tidak sepenuhnya puas terhadap permainan anak asuhnya. Pelatih asal Korea Selatan tersebut menilai Persija baru memperlihatkan sekitar 50 persen dari kemampuan yang diharapkan ketika menghadapi Borneo. Beberapa keputusan pemain dalam pertandingan masih dianggap dapat diperbaiki agar permainan menjadi lebih efektif. Shin melihat masih tersedia ruang besar untuk meningkatkan kualitas organisasi permainan sebelum menjamu Persib. Ia optimistis performa Macan Kemayoran dapat berada pada level yang jauh lebih baik ketika bermain di hadapan pendukung sendiri.
Persiapan Persija menuju pertandingan tersebut sempat terganggu perjalanan panjang setelah kembali dari Samarinda. Rombongan harus menempuh rute Samarinda menuju Balikpapan menggunakan bus sebelum melanjutkan penerbangan ke Yogyakarta. Dari Yogyakarta, perjalanan kembali dilanjutkan melalui jalur darat menuju Jakarta. Situasi tersebut membuat kondisi sejumlah pemain masih mengalami kelelahan ketika tim kembali berlatih. Sesi awal setelah perjalanan panjang pun lebih banyak diarahkan untuk pemulihan fisik sebelum intensitas latihan kembali ditingkatkan.
Shin Tae-yong memiliki waktu beberapa hari untuk mengembalikan kebugaran pemain sekaligus mempersiapkan pendekatan taktik menghadapi Persib. Bermain di SUGBK memberikan keuntungan karena Persija tidak perlu menghadapi perjalanan tandang dan berpotensi mendapatkan dukungan besar dari pendukungnya. Faktor tersebut dapat memberikan tambahan energi bagi pemain ketika menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi. Namun, Shin tetap harus memastikan tim tidak terbawa tekanan akibat besarnya ekspektasi dalam duel Persija dan Persib. Disiplin organisasi permainan akan menjadi penting karena Persib mempunyai kualitas pemain yang mampu menghukum kesalahan kecil.
Persib sendiri datang dengan kepercayaan diri setelah mengawali kompetisi secara positif. Maung Bandung mengalahkan PSM Makassar 3-1 pada pertandingan pertama mereka di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Kemenangan tersebut menunjukkan pergantian dari Hodak kepada Tolic belum menghilangkan kemampuan Persib mendapatkan hasil maksimal. Tolic juga mempunyai keuntungan karena telah mengenal mayoritas pemain sejak masih menjadi bagian dari staf pelatih. Karena itu, absennya Hodak dari kursi pelatih kepala tidak otomatis membuat Persib kehilangan kekuatan yang dibangun dalam beberapa musim terakhir.
Pertemuan kali ini sekaligus menjadi adu pendekatan antara dua pelatih dengan karakter berbeda. Shin Tae-yong dikenal menekankan disiplin, intensitas permainan, kebugaran, serta fleksibilitas dalam mengubah struktur tim. Sementara Tolic melanjutkan fondasi permainan Persib yang telah terbentuk sekaligus mulai memberikan identitasnya sendiri sebagai pelatih kepala. Kedua tim sama-sama mengantongi tiga poin dari pertandingan pembuka sehingga kemenangan akan sangat berharga untuk menjaga momentum pada awal musim. Persija mempunyai keuntungan kandang, tetapi Persib membawa modal psikologis berupa enam pertandingan beruntun tanpa kekalahan dari rivalnya tersebut.
Materi pemain Persija musim ini juga dinilai memberikan peluang lebih besar untuk bersaing di papan atas. Shin mendapatkan sejumlah pemain yang dapat digunakan untuk menjalankan sistem dengan intensitas tinggi, termasuk Jeremejeff yang langsung menunjukkan kontribusinya pada pertandingan pembuka. Persija membutuhkan produktivitas yang lebih baik karena satu gol melawan Borneo belum sepenuhnya menggambarkan potensi serangan mereka. Pertandingan menghadapi Persib dapat menjadi ukuran awal mengenai seberapa jauh perubahan yang berhasil dibangun Shin. Kemenangan dalam duel besar seperti ini juga dapat memberikan dorongan psikologis yang jauh lebih besar daripada sekadar tambahan tiga poin.
Bagi Persija, pertandingan Sabtu mendatang menjadi kesempatan untuk menghapus catatan panjang tanpa kemenangan atas Persib sekaligus membuktikan proyek baru bersama Shin Tae-yong mulai menghasilkan perubahan. Tidak adanya Bojan Hodak di kursi pelatih lawan memang menghadirkan situasi berbeda, tetapi Persib tetap memiliki kualitas dan kesinambungan sistem di bawah Igor Tolic. Shin karena itu tidak dapat hanya mengandalkan faktor kandang maupun perubahan pelatih di kubu lawan. Persija harus memperlihatkan peningkatan signifikan dari performa yang disebut baru mencapai 50 persen pada laga pertama. Jika mampu memanfaatkan dukungan SUGBK, memulihkan kondisi pemain, dan bermain lebih efektif, Macan Kemayoran memiliki peluang besar untuk menghentikan dominasi Persib yang telah berlangsung dalam enam pertemuan liga terakhir.