Jakarta, 24 September 2026 – Pendiri sekaligus CEO Meta Platforms Mark Zuckerberg naik menjadi orang terkaya kelima di dunia setelah lonjakan saham perusahaan teknologi tersebut mendorong peningkatan besar pada nilai kekayaannya. Berdasarkan estimasi Forbes pada Rabu, 23 September 2026, kekayaan bersih Zuckerberg mencapai sekitar 256,8 miliar dolar AS. Dengan kurs rupiah yang berada di kisaran Rp17.900 per dolar AS, jumlah tersebut setara sekitar Rp4.599 triliun. Nilai kekayaan para miliarder bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham serta aset lainnya.
Peningkatan kekayaan itu membuat Zuckerberg melampaui salah satu pendiri Google, Sergey Brin. Kekayaan Brin pada periode yang sama diperkirakan sekitar 255,4 miliar dolar AS setelah nilai saham perusahaan induk Google, Alphabet, mengalami penurunan. Selisih kekayaan keduanya relatif tipis sehingga posisi dalam daftar orang terkaya dunia masih dapat berubah sewaktu-waktu. Pada awal September, Zuckerberg masih berada di posisi keenam dengan kekayaan sekitar 197 miliar dolar AS.
Lonjakan terbaru terutama dipengaruhi penguatan saham Meta yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Pada Rabu sore waktu Amerika Serikat, saham Meta tercatat naik sekitar 2,1 persen hingga diperdagangkan di atas 750 dolar AS per saham. Pergerakan tersebut menambah kekayaan Zuckerberg lebih dari 4 miliar dolar AS hanya dalam satu hari. Sebaliknya, saham Alphabet turun sekitar 3,5 persen sehingga kekayaan Brin berkurang lebih dari 9 miliar dolar AS pada periode yang sama.
Reli saham Meta telah berlangsung lebih kuat sejak awal pekan. Pada Senin, saham perusahaan melonjak hampir 12 persen dan membuat estimasi kekayaan Zuckerberg bertambah sekitar 25 miliar dolar AS dalam sehari menjadi 253,6 miliar dolar AS. Kenaikan tersebut menjadi salah satu peningkatan kekayaan harian terbesar yang dialami Zuckerberg. Pergerakan saham Meta kemudian berlanjut dan akhirnya membawa pengusaha berusia 42 tahun tersebut masuk ke lima besar orang terkaya dunia.
Optimisme investor terhadap strategi kecerdasan buatan Meta menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan saham perusahaan. Perhatian pasar meningkat setelah Meta memperkenalkan asisten kecerdasan buatan baru bernama Muse pada September 2026. Produk tersebut dengan cepat menarik pengguna dan menjadi salah satu aplikasi populer di toko aplikasi Amerika Serikat. Sentimen positif terhadap prospek monetisasi Muse turut meningkatkan ekspektasi terhadap pertumbuhan bisnis Meta di luar sumber pendapatan tradisionalnya.
Muse diluncurkan pada 8 September 2026 dan telah mencatat lebih dari 2,5 juta unduhan dalam waktu relatif singkat. Asisten AI tersebut dirancang untuk menjalankan berbagai tugas bagi pengguna, termasuk membantu pengelolaan komunikasi dan kebutuhan perjalanan. Meta menyediakan versi dasar secara gratis dan berencana menawarkan fitur premium dengan skema berbayar. Perkembangan ini membuat investor melihat AI sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan setelah Meta mengeluarkan investasi besar untuk membangun infrastruktur dan produk kecerdasan buatan.
Sebagian besar kekayaan Zuckerberg memang berasal dari kepemilikannya di Meta. Ia masih memegang sekitar 13 persen saham perusahaan yang awalnya didirikan sebagai Facebook pada 2004 dan kemudian melantai di bursa pada 2012. Karena porsi kepemilikannya cukup besar, perubahan kapitalisasi pasar Meta dapat secara langsung mengubah estimasi kekayaan Zuckerberg dalam jumlah miliaran dolar. Struktur tersebut juga menjelaskan mengapa nilai kekayaannya dapat meningkat atau menurun secara tajam dalam waktu singkat.
Meta sendiri telah berkembang jauh dari bisnis awal Facebook. Perusahaan mengoperasikan sejumlah platform besar seperti Instagram dan WhatsApp serta terus berinvestasi pada kecerdasan buatan, perangkat pintar, dan teknologi realitas virtual maupun tertambah. Basis pengguna yang sangat besar menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan dalam memperkenalkan layanan baru. Pada saat yang sama, investasi besar pada teknologi baru juga membawa risiko karena keberhasilan komersial produk tersebut belum selalu dapat dipastikan.
Perubahan posisi Zuckerberg juga menunjukkan betapa cepatnya peringkat orang terkaya dunia bergerak mengikuti pasar saham. Pada 1 September 2026, Forbes memperkirakan kekayaannya sekitar 197 miliar dolar AS dan menempatkannya di urutan keenam. Hanya sekitar tiga pekan kemudian, nilainya meningkat hingga 256,8 miliar dolar AS dan membawanya ke posisi kelima. Artinya, estimasi kekayaan Zuckerberg bertambah hampir 60 miliar dolar AS dibandingkan posisi pada awal bulan.
Meski demikian, angka sekitar Rp4.599 triliun bukan jumlah uang tunai yang dimiliki Zuckerberg. Estimasi kekayaan bersih menghitung nilai saham perusahaan, investasi, properti, dan aset lainnya setelah memperhitungkan kewajiban yang relevan. Karena mayoritas kekayaannya terkait dengan saham Meta, nilainya akan terus berubah mengikuti harga saham perusahaan. Posisi Zuckerberg sebagai orang terkaya kelima dunia karena itu merupakan gambaran berdasarkan valuasi pada waktu tertentu, bukan peringkat yang bersifat permanen.