Jakarta, 23 September 2026 – Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina pada Rabu, 23 September 2026 terpantau tidak mengalami perubahan baru. Harga yang berlaku masih mengacu pada penyesuaian BBM nonsubsidi yang dilakukan pada awal September. Untuk wilayah DKI Jakarta dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sementara Pertamax berada di Rp15.950 per liter. Biosolar subsidi juga masih dipatok Rp6.800 per liter. Adapun beberapa produk nonsubsidi lainnya berada pada level yang lebih tinggi setelah mengalami penyesuaian pada awal bulan.
Untuk kelompok bensin nonsubsidi di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax Turbo dijual Rp19.600 per liter. Sementara Pertamax Green 95 berada di level Rp19.150 per liter. Harga Pertamax sendiri tidak berubah dan masih berada di Rp15.950 per liter. Pertamax Pertashop tercatat Rp15.850 per liter. Perbedaan harga antarkategori tersebut antara lain berkaitan dengan jenis produk dan spesifikasi BBM yang dipasarkan.
Harga produk diesel nonsubsidi juga masih bertahan pada level hasil penyesuaian awal September. Dexlite untuk wilayah dengan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen dibanderol Rp23.700 per liter. Pertamina Dex berada di level Rp25.200 per liter. Dibandingkan harga sebelumnya, Dexlite telah meningkat dari Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex sebelumnya berada di Rp21.150 per liter. Kenaikan tersebut telah berlaku sejak penyesuaian harga pada awal September dan bukan merupakan perubahan baru pada 23 September.
Pertamina Patra Niaga sebelumnya juga menegaskan tidak terdapat kenaikan baru harga BBM nonsubsidi pada 21 September 2026. Pernyataan tersebut disampaikan untuk mengklarifikasi informasi mengenai perubahan harga yang sempat beredar. Pertamina menjelaskan harga di SPBU tetap mengacu pada ketetapan sebelumnya. Penyesuaian terakhir dilakukan terhadap sejumlah produk nonsubsidi pada 1 dan 2 September 2026. Dengan demikian, harga yang berlaku pada Rabu ini masih sama dengan harga setelah penyesuaian tersebut.
Pada penyesuaian awal bulan, Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen. Pertamax Green 95 naik lebih besar, dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter. Dexlite bergerak dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Berbeda dengan empat produk tersebut, Pertamax tidak mengalami perubahan dan tetap Rp15.950 per liter. Pertalite dan Biosolar subsidi juga dipertahankan masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Harga BBM nonsubsidi Pertamina tidak sama di seluruh Indonesia. Di Aceh dan Sumatera Utara, misalnya, Pertamax dijual Rp16.300 per liter, Pertamax Turbo Rp20.000, Dexlite Rp24.200, dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter. Harga serupa juga berlaku di Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung. Sementara Pertalite dan Biosolar subsidi di wilayah tersebut masing-masing tetap Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Perbedaan harga nonsubsidi antarwilayah dipengaruhi antara lain oleh komponen pajak yang berlaku di masing-masing daerah.
Harga lebih tinggi tercatat di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Pertamax di wilayah tersebut berada di Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp20.450, Dexlite Rp24.750, dan Pertamina Dex Rp26.300 per liter. Sementara di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Pertamax justru berada di Rp15.150 per liter. Pertamax Turbo di Batam dijual Rp18.550, Dexlite Rp22.500, dan Pertamina Dex Rp23.950 per liter. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memeriksa harga berdasarkan lokasi SPBU sebelum melakukan pengisian BBM.
Untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, Pertamax tercatat Rp15.950 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp19.600, Dexlite Rp23.700, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Pertalite tetap berada di Rp10.000 dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter. Khusus Nusa Tenggara Timur juga terdapat Biosolar nonsubsidi yang tercatat Rp23.600 per liter. Harga di wilayah tersebut secara umum memiliki pola yang sama dengan harga nonsubsidi yang berlaku di sebagian besar Pulau Jawa.
Di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Pertamax berada pada kisaran Rp16.300 hingga Rp16.650 per liter. Pertamax Turbo berada pada kisaran Rp20.000 hingga Rp20.450, sedangkan Dexlite berkisar Rp24.200 hingga Rp24.750 per liter. Pertamina Dex berada pada rentang Rp25.750 sampai Rp26.300 per liter pada wilayah yang memasarkannya. Harga tersebut kembali menunjukkan adanya variasi antarwilayah meskipun tidak terdapat penyesuaian baru pada 23 September. Pertalite dan Biosolar subsidi tetap menjadi dua produk dengan harga yang relatif seragam di berbagai wilayah.
Dengan demikian, masyarakat yang mengisi BBM pada 23 September 2026 tidak menghadapi kenaikan harga baru dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Untuk wilayah Jakarta dan sebagian besar Pulau Jawa, Pertalite tetap Rp10.000, Pertamax Rp15.950, Pertamax Green 95 Rp19.150, Pertamax Turbo Rp19.600, Dexlite Rp23.700, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Biosolar subsidi juga masih bertahan di Rp6.800 per liter. Harga nonsubsidi di luar wilayah tersebut dapat berbeda sesuai ketentuan daerah masing-masing. Perubahan berikutnya akan bergantung pada evaluasi dan penetapan harga yang dilakukan Pertamina Patra Niaga.