Kupang, 1 Oktober 2026 – Anggota DPRD Kabupaten Kupang Mesak Nikodemus J. Mbura mendorong pemerintah segera membenahi jembatan menuju kawasan pertanian Olifeo, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kondisi jembatan darurat saat ini dinilai menghambat petani membawa alat dan mesin pertanian ke lahan mereka. Akibatnya, potensi pertanian di kawasan tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Perbaikan akses dinilai penting agar lahan yang belum produktif bisa mulai digarap sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Mesak menjelaskan kondisi jembatan membuat petani menghadapi kesulitan ketika hendak membawa hand tractor ke Olifeo. Alat tersebut bahkan harus dibongkar terlebih dahulu sebelum komponennya dipikul untuk menyeberangi sungai. Jembatan darurat yang menjadi akses ke kawasan itu diketahui memiliki panjang lebih dari 20 meter dan dibuat menggunakan susunan batang kayu serta bambu. Kondisinya membuat kendaraan maupun alat pertanian berukuran besar sulit melintas. Hambatan akses tersebut pada akhirnya memengaruhi kemampuan petani mengolah lahan secara lebih luas.
Kawasan Olifeo memiliki luas sekitar 70 hektare, dengan sebagian di antaranya telah digunakan untuk kegiatan pertanian. Saat ini sekitar 72 kepala keluarga tercatat mengolah sawah dengan luas kurang lebih 41,5 hektare. Mesak menilai masih terdapat lahan yang dapat dikembangkan apabila dukungan infrastruktur tersedia. Jembatan permanen menjadi salah satu kebutuhan utama karena akan mempermudah mobilitas petani, alat pertanian, hingga sarana produksi. Lahan yang selama ini belum dimanfaatkan pun berpeluang dibuka untuk meningkatkan produksi pangan.
Menurut Mesak, pengembangan Olifeo tidak cukup dilakukan hanya melalui pembangunan jembatan. Kawasan tersebut juga membutuhkan pencetakan sawah baru, jalan usaha tani, traktor roda empat, serta pembangunan sistem irigasi untuk jangka panjang. Infrastruktur yang memadai diperlukan agar pembukaan lahan dapat diikuti peningkatan produktivitas secara berkelanjutan. Dukungan alat pertanian juga penting untuk mempercepat pengolahan lahan sekaligus mengurangi beban kerja petani. Pemerintah Kabupaten Kupang sendiri sepanjang 2026 telah menyalurkan sejumlah alsintan kepada kelompok tani, termasuk traktor roda empat dan roda dua.
Dorongan pembenahan akses Olifeo menguat setelah Mesak mendampingi Bupati Kupang Yosef Lede meninjau langsung kawasan tersebut pada Sabtu (26/9). Dalam kunjungan itu, kondisi lahan dan akses yang digunakan petani menjadi perhatian. Bupati disebut meminta Dinas Pertanian serta Dinas PUPR Kabupaten Kupang segera mengambil langkah sehingga kawasan tersebut dapat lebih optimal digunakan pada musim tanam pertama 2027. Petani setempat berharap kunjungan tersebut dapat dilanjutkan dengan program konkret.
Persoalan air juga menjadi tantangan lain dalam pengembangan pertanian Olifeo. Pemetaan yang dilakukan bersama pihak Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dan penyuluh pertanian menunjukkan kawasan itu berpotensi ditanami hingga dua kali dalam satu musim. Pada musim hujan, kebutuhan air dapat mengandalkan curah hujan, sedangkan ketika kemarau petani bergantung pada sumber air di sekitar muara. Air dapat berubah menjadi payau ketika laut pasang sehingga pembangunan fasilitas penampungan air tawar menjadi salah satu pilihan yang dinilai perlu dipertimbangkan.
Pembenahan jembatan karena itu dipandang sebagai langkah awal untuk membuka akses yang lebih baik menuju kawasan pertanian Olifeo. Ketika alat berat dan sarana produksi dapat masuk dengan mudah, petani mempunyai peluang memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan lahan. Infrastruktur jalan tani, irigasi, serta dukungan alsintan selanjutnya diperlukan agar potensi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan. Mesak berharap kebutuhan petani dapat dimasukkan dalam program pemerintah daerah sehingga pembangunan tidak berhenti pada potensi lahan semata. Perbaikan akses diharapkan pada akhirnya ikut memperkuat produksi pangan dan meningkatkan aktivitas ekonomi keluarga petani di Kabupaten Kupang.