Yuki Kurihara Cetak Sejarah, Bocah 11 Tahun Rebut Emas Esports Asian Games 2026

Nagoya, 2 Oktober 2026 – Nama Yuki Kurihara menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet esports asal Jepang tersebut berhasil merebut medali emas ketika usianya baru 11 tahun. Yuki menjadi juara nomor Puyo Puyo setelah mengalahkan pemain Korea Selatan Kang Dong-shin dengan skor telak 10-2 pada pertandingan final. Olympic Council of Asia mencatat keberhasilan tersebut membuat Yuki menjadi peraih medali emas termuda dalam sejarah Asian Games.

Perjalanan Yuki menuju podium tertinggi semakin menarik karena ia harus berhadapan dengan pemain yang berusia jauh lebih tua. Pada semifinal, Yuki mengalahkan wakil Thailand Tanarak Wongkitikun dengan skor 10-1 sebelum menghadapi Kang pada partai puncak. Yuki sempat kehilangan set pertama dalam pertandingan final, tetapi kemudian mengambil lima set beruntun untuk berbalik unggul 5-1. Setelah Kang memperkecil kedudukan menjadi 5-2, Yuki kembali menyapu lima set berikutnya untuk memastikan kemenangan 10-2.

Di balik pencapaiannya, Yuki ternyata masih menjalani kehidupan seperti anak sekolah dasar pada umumnya. Ia merupakan siswa kelas lima dan menjadi anggota termuda kontingen Jepang pada Asian Games 2026. Ketertarikannya terhadap Puyo Puyo bermula ketika mendapatkan gim tersebut sebagai hadiah Natal saat masih duduk di taman kanak-kanak. Kemampuannya berkembang pesat hingga sekitar usia tujuh tahun ia mulai dikenal dalam komunitas kompetitif Puyo Puyo Jepang.

Prestasinya terus meningkat sebelum tampil di Asian Games. Pada Januari 2026, Yuki meraih penghargaan kategori Under-18 dan Mind Game Player of the Year dalam Japan eSports Awards. Sebulan kemudian, ia mengalahkan pemain profesional dewasa untuk menjuarai Puyo Puyo Grand Prix Final. Hasil tersebut membuka jalan baginya menjadi pemain profesional pada April 2026, sekitar dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-11. Ia kemudian mendapatkan kesempatan mewakili Jepang ketika usianya masih 10 tahun.

Puyo Puyo sendiri merupakan permainan puzzle yang menuntut pemain menyusun objek berwarna dan menciptakan rangkaian untuk menyerang lawan. Pada level kompetitif, pemain membutuhkan refleks cepat, kemampuan membaca susunan permainan lawan, serta perhitungan untuk membangun kombinasi panjang. Kemampuan teknis Yuki bahkan mendapat pujian dari Kang setelah pertandingan final. Pemain Korea Selatan tersebut menilai kemampuan dan akurasi lawannya berada pada tingkat yang sangat tinggi meskipun Yuki jauh lebih muda.

Menariknya, keseharian Yuki tidak hanya dipenuhi latihan gim. Ia tetap mengikuti kegiatan sekolah, belajar tambahan, bermain sepak bola di taman, menonton video, dan memiliki ketertarikan terhadap kereta api. Yuki bahkan pernah menyebut memiliki impian menjadi kondektur kereta. Salah satu sisi unik lainnya adalah kesukaannya terhadap belut, makanan yang juga dikaitkan dengan persiapannya sebelum bertanding. Cerita keseharian tersebut membuat pencapaiannya di panggung olahraga Asia semakin menarik perhatian publik.

Keberhasilan Yuki Kurihara akhirnya menjadi salah satu cerita paling menonjol dari Asian Games 2026. Pada usia ketika sebagian besar anak masih menjalani pendidikan dasar, ia sudah berdiri di podium tertinggi kompetisi olahraga terbesar di Asia. Kemenangan tersebut sekaligus memberikan medali emas bagi tuan rumah Jepang dari cabang esports dan mencatatkan namanya dalam buku sejarah Asian Games. Dari seorang anak yang mulai mengenal Puyo Puyo saat taman kanak-kanak, Yuki kini menjadi juara Asia pada usia 11 tahun.