Jakarta, 15 September 2026 – Persib Bandung menghadapi tantangan berat ketika bertandang ke markas FC Seoul pada pertandingan pembuka Grup E AFC Champions League Two 2026-2027. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Seoul World Cup Stadium pada Rabu, 16 September 2026 pukul 17.00 WIB. Selain harus menghadapi tekanan bermain di kandang lawan, Maung Bandung juga perlu mewaspadai sejumlah pemain FC Seoul yang memiliki pengalaman bersama Timnas Korea Selatan. Tiga nama yang mendapat perhatian adalah Jeong Seung-won, Gu Sung-yun, dan Jun Choi. Ketiganya memiliki karakter berbeda dan dapat memberikan ancaman dari sektor masing-masing. Jeong Seung-won menjadi pemain yang paling patut diwaspadai karena kontribusinya terhadap serangan FC Seoul sepanjang musim ini.
Jeong Seung-won beroperasi sebagai pemain sayap kanan dan mempunyai kemampuan memberikan kontribusi langsung terhadap terciptanya gol. Pemain berusia 29 tahun tersebut telah mencatatkan delapan gol dan tujuh assist dari 29 penampilan pada musim ini. Catatan tersebut menunjukkan bahwa perannya tidak sebatas membuka ruang atau mengirimkan umpan kepada penyerang. Jeong juga mempunyai kemampuan menyelesaikan peluang ketika mendapatkan ruang di sekitar pertahanan lawan. Mobilitas dan kecepatannya dapat membuat sektor kiri pertahanan Persib bekerja lebih keras. Maung Bandung perlu mengurangi ruang yang tersedia agar Jeong tidak leluasa membangun serangan.
Keberadaan Jeong berpotensi menghadirkan duel menarik dengan Eliano Reijnders apabila pemain Persib tersebut ditempatkan di sisi kiri pertahanan. Eliano membutuhkan dukungan dari pemain sayap maupun gelandang untuk menghadapi pergerakan Jeong. Membiarkan duel berlangsung satu lawan satu terlalu sering dapat meningkatkan risiko karena pemain FC Seoul tersebut mampu bergerak ke berbagai ruang. Persib juga harus mengantisipasi kombinasi Jeong dengan bek kanan yang membantu serangan. Pertahanan berlapis dapat menjadi salah satu cara mengurangi ancaman dari sisi tersebut. Namun, Persib tetap harus menjaga keseimbangan agar tidak membuka ruang terlalu besar di area tengah.
Ancaman FC Seoul tidak hanya terdapat pada sektor penyerangan. Gu Sung-yun menjadi pemain berikutnya yang dapat menyulitkan Persib karena mempunyai kualitas sebagai penjaga gawang. Kiper berusia 32 tahun tersebut mencatatkan 29 penampilan di berbagai kompetisi musim ini dengan 13 clean sheet dan hanya kemasukan 23 gol. Gu juga mempunyai pengalaman bersama Timnas Korea Selatan dengan lima penampilan di level senior. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa Persib membutuhkan penyelesaian akhir yang efektif untuk membongkar pertahanan tuan rumah. Peluang yang diperoleh tidak boleh terlalu mudah terbuang.
Ketangguhan Gu Sung-yun menjadi semakin penting karena Persib tidak akan diperkuat Uilliam Barros pada pertandingan tersebut. Penyerang asal Brasil itu masih menjalani hukuman akibat kartu merah yang diterimanya pada pertandingan ACL Two musim sebelumnya. Absennya Uilliam membuat tim pelatih perlu mencari alternatif di lini depan. Balsa Sekulic dan sejumlah pemain menyerang lainnya berpotensi mendapatkan tanggung jawab lebih besar untuk memberikan ancaman. Persib harus mampu menciptakan peluang dengan kualitas tinggi daripada sekadar melakukan banyak tembakan dari posisi sulit. Ketepatan penyelesaian akhir akan menjadi faktor penting untuk mengalahkan Gu.
Pemain ketiga yang harus diperhatikan adalah Jun Choi. Bek kanan berusia 27 tahun tersebut mempunyai kemampuan bertahan sekaligus aktif membantu serangan. Sepanjang musim ini, Jun telah mencatatkan 29 pertandingan dan menyumbangkan satu assist. Ia juga mempunyai pengalaman dua kali tampil bersama Timnas Korea Selatan. Mobilitasnya membuat FC Seoul dapat menambah jumlah pemain ketika melakukan serangan dari sisi lapangan. Persib perlu memastikan pergerakan Jun tidak memberikan situasi keunggulan jumlah pemain kepada tuan rumah.
Karakter Jun Choi yang agresif membantu serangan juga dapat memberikan kesempatan kepada Persib apabila mampu melakukan transisi dengan cepat. Ketika bek kanan tersebut bergerak terlalu tinggi, ruang di belakangnya berpotensi terbuka. Pemain sayap Persib dapat mencoba mengeksploitasi area tersebut setelah berhasil merebut bola. Namun, serangan balik membutuhkan umpan pertama yang cepat dan akurat agar FC Seoul tidak mempunyai waktu mengembalikan struktur pertahanannya. Persib juga membutuhkan pemain depan yang mampu mempertahankan bola ketika dukungan belum datang. Strategi tersebut dapat membuat FC Seoul lebih berhati-hati dalam menaikkan pemain bertahan.
Ketiga pemain tersebut menjadi bagian dari kekuatan FC Seoul yang membuat pertandingan pembuka Grup E diperkirakan tidak mudah bagi Persib. Terlebih, Maung Bandung datang dengan masa pemulihan relatif singkat setelah menghadapi Persija Jakarta pada 12 September 2026. Persib kalah 1-2 dalam pertandingan tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menuju Korea Selatan. Kondisi fisik menjadi perhatian karena pemain harus menjalani perjalanan internasional sekaligus melakukan adaptasi terhadap kondisi di Seoul. Tim kemudian menjalani latihan pemulihan sebagai bagian dari persiapan. Pengelolaan energi akan mempunyai pengaruh besar terhadap kemampuan Persib mempertahankan intensitas sepanjang pertandingan.
FC Seoul sendiri memasuki pertandingan dengan kondisi kompetitif setelah mencatatkan hasil positif di kompetisi domestik. Klub Korea Selatan tersebut mempunyai kualitas kolektif yang tidak dapat dinilai hanya berdasarkan tiga pemain Timnas Korea Selatan tadi. Organisasi permainan, kecepatan sirkulasi bola, serta kemampuan melakukan tekanan dapat memberikan masalah kepada Persib. Karena itu, Maung Bandung tidak cukup hanya melakukan penjagaan khusus terhadap satu atau dua pemain. Struktur pertahanan secara keseluruhan harus tetap terjaga. Kesalahan posisi dapat dimanfaatkan FC Seoul untuk menciptakan peluang dengan cepat.
Persib membutuhkan lini tengah yang mampu mengurangi suplai bola menuju Jeong Seung-won dan pemain depan FC Seoul. Thom Haye dan pemain tengah lainnya dapat mempunyai peran besar dalam mengontrol ruang sekaligus membantu tim keluar dari tekanan. Jika Persib terlalu dalam bertahan, FC Seoul berpotensi mendapatkan kesempatan menyerang secara terus-menerus. Maung Bandung perlu mempunyai fase ketika mampu mempertahankan penguasaan bola untuk menurunkan tempo permainan. Distribusi yang tenang juga dapat memberikan kesempatan kepada pemain depan memperbaiki posisi. Kemampuan keluar dari tekanan pertama tuan rumah akan menjadi salah satu kunci.
Menariknya, FC Seoul juga berpotensi melakukan rotasi karena jadwal kompetisi yang padat. Pelatih Kim Gi-dong disebut mempertimbangkan pengelolaan kondisi pemain di tengah persaingan domestik yang juga menjadi perhatian utama. Situasi tersebut dapat memberikan peluang bagi Persib apabila sejumlah pemain utama tidak dimainkan sejak awal. Namun, Maung Bandung tidak dapat bergantung pada kemungkinan rotasi lawan. Kedalaman skuad FC Seoul tetap membuat mereka mempunyai sejumlah alternatif berkualitas. Persib harus mempersiapkan pertandingan dengan asumsi menghadapi kekuatan terbaik yang tersedia.
Jeong Seung-won, Gu Sung-yun, dan Jun Choi pada akhirnya menjadi tiga pemain FC Seoul yang layak mendapatkan perhatian khusus dari Persib Bandung. Jeong menjadi ancaman paling menonjol berkat delapan gol dan tujuh assist dari 29 pertandingan, sedangkan Gu memberikan keamanan di bawah mistar dengan catatan 13 clean sheet. Jun Choi menawarkan keseimbangan melalui kemampuan bertahan dan kontribusinya ketika membantu serangan dari sisi kanan. Persib membutuhkan organisasi permainan yang disiplin untuk meredam kualitas individu tersebut. Absennya Uilliam Barros dan pendeknya waktu pemulihan semakin membuat tantangan Maung Bandung tidak mudah. Meski demikian, efektivitas serangan balik, disiplin pertahanan, dan kemampuan memanfaatkan setiap peluang dapat membuka kesempatan bagi Persib membawa pulang hasil positif dari Seoul.