Selangor, 31 Oktober 2026 – Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, yang menilai dirinya masih memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2026. Bezzecchi mengapresiasi kepercayaan yang diberikan petinggi tim rival tersebut, tetapi tidak sepenuhnya sepakat dengan pandangan bahwa ketertinggalan 50 poin dari Marc Marquez bukan persoalan besar. Pembalap asal Italia itu menegaskan bahwa jarak tersebut merupakan tantangan nyata yang tidak dapat diabaikan dalam persaingan kejuaraan dunia. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang berlangsungnya MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, Selangor, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Bezzecchi menyadari bahwa peluangnya secara matematis masih terbuka, tetapi keberhasilan mengejar pemimpin klasemen membutuhkan hasil konsisten dalam setiap balapan tersisa. Karena itu, ia memilih bersikap realistis daripada terlalu percaya diri menghadapi persaingan yang semakin ketat menjelang akhir musim. Crash.net+1
Pernyataan Davide Tardozzi sebelumnya muncul setelah berlangsungnya MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island. Manajer Ducati tersebut menilai Marco Bezzecchi masih memiliki kemampuan untuk memenangkan seluruh balapan yang tersisa pada musim ini. Menurut Tardozzi, selisih 50 poin tidak cukup untuk menghapus peluang pembalap Aprilia tersebut dari perebutan gelar juara dunia. Penilaian itu menunjukkan bahwa Ducati tetap memperhitungkan Bezzecchi sebagai pesaing berbahaya meskipun Marc Marquez sedang memimpin klasemen. Tardozzi juga melihat kualitas dan kecepatan Bezzecchi sebagai faktor yang memungkinkan terjadinya perubahan posisi dalam beberapa seri terakhir. Namun, pandangan optimistis tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh sang pembalap karena ia memahami sulitnya mengejar ketertinggalan ketika para pesaing tampil kompetitif. Bagi Bezzecchi, kemampuan memenangkan satu balapan belum tentu cukup apabila rival utamanya terus mengumpulkan poin secara konsisten.
Dalam konferensi pers menjelang MotoGP Malaysia pada Kamis, 29 Oktober 2026, Bezzecchi menjelaskan bahwa dirinya menghargai pujian dari Tardozzi. Namun, ia mengingatkan bahwa ketertinggalan 50 poin tetap memiliki konsekuensi besar terhadap peluang menjadi juara dunia. Bezzecchi menilai pernyataan bos Ducati tersebut terlalu menyederhanakan tantangan yang harus dihadapinya dalam beberapa balapan terakhir. Ia mengakui bahwa berbagai kemungkinan dapat terjadi dalam balapan, termasuk perubahan hasil akibat kesalahan, kecelakaan, maupun masalah teknis. Meski demikian, pembalap berusia 27 tahun itu tidak ingin menggantungkan harapan pada kegagalan pesaingnya untuk mendapatkan hasil maksimal. Ia lebih memilih berkonsentrasi meningkatkan performa pribadi dan memastikan dirinya mampu bersaing memperebutkan posisi terbaik. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa Bezzecchi belum menyerah dalam perburuan gelar, tetapi tetap mempertimbangkan kondisi klasemen secara objektif. Crash.net+1
Persaingan MotoGP 2026 memasuki fase penting ketika kejuaraan dunia tiba di Malaysia untuk menjalani seri ke-19. Marc Marquez memimpin klasemen sementara dengan koleksi 365 poin, sedangkan Jorge Martin berada di posisi kedua dengan 355 poin. Marco Bezzecchi menempati peringkat ketiga dengan 315 poin sehingga terpaut 50 angka dari Marquez dan 40 angka dari Martin. Perbedaan tersebut membuat Bezzecchi harus berusaha mengungguli kedua rivalnya apabila ingin memperbaiki posisi dalam perebutan gelar. Situasi semakin menantang karena Marquez menunjukkan performa kompetitif bersama Ducati, sementara Martin tetap menjadi pesaing yang perlu diperhitungkan meskipun menghadapi persoalan kebugaran. Bezzecchi mengakui bahwa kedua pembalap tersebut memiliki kecepatan yang mampu menyulitkan dirinya dalam setiap sesi. Oleh karena itu, mempertahankan peluang juara bukan hanya membutuhkan kemenangan, tetapi juga kemampuan menghindari kehilangan poin akibat hasil buruk atau kesalahan di lintasan.
Meski menghadapi ketertinggalan cukup besar, Bezzecchi mempunyai pengalaman positif dalam menjalani persaingan menjelang akhir musim. Pada MotoGP 2025, ia berhasil memenangkan balapan di Portugal dan Valencia sebelum mengakhiri kejuaraan pada posisi ketiga klasemen dunia. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembalap Aprilia itu mampu menunjukkan performa kuat ketika musim memasuki tahap penentuan. Namun, kondisi persaingan tahun ini berbeda karena Marquez dan Martin sama-sama memiliki peluang besar untuk mempertahankan posisi mereka. Selain itu, Bezzecchi harus memperhatikan karakter setiap sirkuit yang belum tentu memberikan keuntungan serupa bagi motor Aprilia RS-GP. Ia menyadari bahwa keberhasilan pada musim sebelumnya tidak otomatis menjamin hasil yang sama dalam kejuaraan tahun ini. Karena itu, pengalaman positif tersebut lebih dijadikan motivasi untuk terus bersaing daripada dasar untuk menyatakan dirinya pasti mampu mengejar ketertinggalan poin. Crash.net
Menjelang balapan di Sepang, Bezzecchi juga mengakui bahwa Sirkuit Internasional Sepang bukan salah satu lintasan yang paling mudah baginya maupun Aprilia. Pada musim sebelumnya, ia mengalami kesulitan menemukan performa terbaik ketika menjalani akhir pekan balapan di Malaysia. Meskipun hasil pengujian pramusim menunjukkan perkembangan positif, Bezzecchi menegaskan bahwa kondisi tes tidak selalu mencerminkan situasi sebenarnya ketika menghadapi persaingan resmi. Perubahan temperatur, karakter permukaan lintasan, serta pengelolaan ban dapat memengaruhi kemampuan motor untuk menghasilkan catatan waktu kompetitif. Ia tidak ingin menetapkan ekspektasi terlalu tinggi sebelum mengetahui bagaimana motor Aprilia bekerja dalam sesi latihan dan kualifikasi. Pendekatan tersebut dilakukan agar dirinya dapat berkonsentrasi pada setiap tahapan akhir pekan tanpa terbebani tuntutan harus selalu menang. Bezzecchi menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah memaksimalkan setiap sesi, memperbaiki performa motor, dan berusaha memperebutkan hasil terbaik ketika Sprint Race maupun balapan utama berlangsung.
Dengan berlangsungnya MotoGP Malaysia 2026, Marco Bezzecchi menghadapi kesempatan penting untuk memperkecil ketertinggalannya dalam klasemen kejuaraan dunia. Balapan di Sepang dapat menjadi momentum apabila ia mampu memperoleh hasil lebih baik dibandingkan Marc Marquez dan Jorge Martin. Namun, apabila kembali kehilangan banyak poin, peluang matematisnya untuk bersaing memperebutkan gelar akan semakin terbatas menjelang seri-seri penutup musim. Bezzecchi memahami bahwa persaingan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan motor, tetapi juga konsistensi, ketahanan fisik, strategi tim, dan kemampuan mengambil keputusan selama balapan. Pernyataan Davide Tardozzi mengenai peluangnya menjadi juara tetap dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap kualitas pembalap Aprilia tersebut. Meski demikian, Bezzecchi memilih tidak menjadikan pujian itu sebagai alasan untuk meremehkan tantangan yang masih harus dihadapinya. Dengan pendekatan realistis dan fokus pada performa di lintasan, ia berharap dapat terus memberikan perlawanan kepada para pesaing utama hingga persaingan MotoGP 2026 mencapai akhir musim.