Daging Sapi dan Kambing Disebut Punya Peran Penting bagi Kesehatan Mental Wanita

Jakarta, 27 Mei 2026 – Konsumsi daging sapi dan kambing saat momentum Iduladha tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan protein, tetapi juga disebut memiliki manfaat tertentu bagi kesehatan mental, khususnya pada wanita. Sejumlah ahli gizi menjelaskan bahwa kandungan zat besi, vitamin B12, protein, serta mineral penting dalam daging merah berperan membantu menjaga fungsi saraf dan kestabilan suasana hati. Wanita termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami kekurangan zat besi akibat siklus menstruasi maupun aktivitas harian yang padat. Kondisi kekurangan zat besi dapat memicu rasa lelah berlebihan, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan suasana hati yang berdampak pada kondisi psikologis seseorang. Oleh sebab itu, konsumsi daging merah dalam jumlah seimbang dinilai dapat membantu mendukung kesehatan tubuh sekaligus keseimbangan mental.

Ahli nutrisi menyebut kandungan vitamin B12 dalam daging sapi dan kambing memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan sistem saraf. Kekurangan vitamin tersebut sering dikaitkan dengan rasa mudah lelah, kecemasan, hingga penurunan mood pada sebagian orang. Selain itu, protein hewani juga membantu tubuh memproduksi neurotransmitter yang berperan dalam mengatur emosi dan kualitas tidur. Bagi wanita yang memiliki aktivitas tinggi dan tekanan pekerjaan cukup besar, asupan nutrisi lengkap dinilai penting untuk menjaga kestabilan energi dan kondisi psikologis sehari-hari. Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan agar konsumsi daging dilakukan secara wajar dan diimbangi pola makan sehat lainnya.

Selain zat besi dan vitamin, daging merah juga mengandung zinc atau seng yang berkontribusi terhadap fungsi otak dan daya tahan tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan zinc yang cukup dapat membantu mendukung fungsi kognitif dan mengurangi risiko gangguan suasana hati tertentu. Kandungan asam amino dalam protein hewani pun dianggap membantu proses regenerasi sel tubuh serta menjaga metabolisme tetap optimal. Namun, cara pengolahan daging juga menjadi faktor penting karena konsumsi berlebihan makanan tinggi lemak jenuh justru dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan jika tidak dikontrol. Oleh sebab itu, metode memasak seperti merebus atau memanggang lebih dianjurkan dibanding menggoreng dengan minyak berlebihan.

Di sisi lain, psikolog juga menilai manfaat kesehatan mental tidak hanya berasal dari kandungan nutrisi daging, tetapi juga dari suasana sosial saat menikmati makanan bersama keluarga dan lingkungan sekitar. Momentum Iduladha yang identik dengan kegiatan berbagi dan makan bersama dapat memberikan efek positif terhadap kondisi emosional seseorang. Interaksi sosial yang hangat diketahui mampu membantu mengurangi stres dan meningkatkan rasa nyaman secara psikologis. Tradisi memasak dan menikmati hidangan bersama keluarga juga sering menjadi sarana mempererat hubungan emosional yang berpengaruh terhadap kesehatan mental wanita maupun anggota keluarga lainnya. Karena itu, aspek kebersamaan dinilai memiliki kontribusi besar selain manfaat nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

Meski memiliki berbagai manfaat, para ahli tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola konsumsi daging secara seimbang agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lain. Konsumsi sayuran, buah, air putih, serta aktivitas fisik tetap diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh dan mental secara menyeluruh. Wanita juga dianjurkan memperhatikan kebutuhan nutrisi harian sesuai usia dan kondisi kesehatan masing-masing agar manfaat yang diperoleh lebih optimal. Kesadaran masyarakat terhadap hubungan antara pola makan dan kesehatan mental kini mulai meningkat seiring berkembangnya edukasi kesehatan modern. Dengan konsumsi yang tepat dan gaya hidup seimbang, daging sapi dan kambing dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan fisik sekaligus kesejahteraan mental wanita.