Bahlil Tanggapi Surat Pengusaha China kepada Prabowo soal Regulasi Investasi

Jakarta, 14 Mei 2026 – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia buka suara terkait surat sejumlah pengusaha asal China kepada Presiden Prabowo Subianto yang berisi keluhan mengenai regulasi investasi di Indonesia. Bahlil menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan dari investor demi memperbaiki iklim usaha nasional.

Menurut Bahlil, komunikasi antara investor dan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam dunia investasi. Ia menyebut pemerintah terus berupaya menyederhanakan regulasi dan mempercepat proses perizinan agar investasi dapat berjalan lebih efektif tanpa mengabaikan kepentingan nasional.

Surat dari pengusaha China sebelumnya dikabarkan menyoroti sejumlah persoalan seperti birokrasi, perubahan kebijakan, hingga kepastian hukum yang dinilai memengaruhi kenyamanan investasi. Isu tersebut menjadi perhatian karena China merupakan salah satu mitra investasi terbesar Indonesia dalam berbagai sektor strategis.

Bahlil juga menekankan bahwa pemerintah saat ini fokus menjaga keseimbangan antara kemudahan investasi dan perlindungan terhadap kepentingan negara. Ia menyebut berbagai reformasi regulasi terus dilakukan agar Indonesia tetap kompetitif di tengah persaingan global dalam menarik modal asing.

Pengamat ekonomi menilai respons cepat pemerintah penting untuk menjaga kepercayaan investor internasional. Namun mereka juga mengingatkan bahwa perbaikan iklim investasi tidak hanya soal penyederhanaan aturan, tetapi juga konsistensi kebijakan, kepastian hukum, dan koordinasi antarinstansi agar pelaku usaha mendapatkan kepastian dalam menjalankan bisnis di Indonesia.