TNI-Polri Intensifkan Pengejaran Pelaku Penembakan Sopir di Papua Pegunungan

Jayawijaya, 20 September 2026 – Aparat gabungan TNI dan Polri terus melakukan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penembakan sopir travel bernama Aris Sanda di kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan pengamanan masyarakat juga diperkuat selama operasi berlangsung. Aris diketahui merupakan warga sipil yang sehari-hari bekerja sebagai sopir dan melayani perjalanan masyarakat menuju wilayah pedalaman. Ia juga kerap membawa logistik dan kebutuhan sehari-hari bagi warga. Aparat menyatakan operasi pengejaran dilakukan bersamaan dengan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Aris menjalankan aktivitasnya sebagai sopir di wilayah Papua Pegunungan. Korban kemudian ditemukan meninggal dunia bersama kendaraan yang telah terbakar di sekitar kawasan Habema. Petugas gabungan yang tiba di lokasi melakukan evakuasi sekaligus olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan barang bukti. Dari pemeriksaan awal, aparat menemukan selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta barang yang memuat identitas korban. Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian dan pihak yang terlibat.

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menegaskan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. Menurut keterangan aparat, Aris bukan personel keamanan dan sehari-hari bekerja menyediakan jasa transportasi bagi masyarakat. Ia disebut telah cukup lama melayani rute menuju kawasan pedalaman dengan membawa penumpang maupun kebutuhan logistik. Aparat juga membantah klaim dari kelompok bersenjata yang menyebut korban sebagai bagian dari intelijen keamanan. Penyelidikan tetap dilakukan berdasarkan bukti yang ditemukan di lapangan untuk memastikan seluruh fakta terkait kejadian tersebut.

TNI kemudian mengoptimalkan satuan tugas yang telah berada di Papua untuk membantu proses pengejaran. Penguatan keamanan masyarakat menjadi perhatian karena aparat ingin mencegah terjadinya aksi kekerasan lanjutan terhadap warga yang beraktivitas di kawasan tersebut. Personel gabungan juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian serta memeriksa sejumlah saksi. Informasi mengenai keberadaan pihak yang diduga terlibat terus dikembangkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan temuan di lapangan. Aparat menegaskan setiap tindakan lanjutan akan dilakukan berdasarkan proses hukum dan bukti yang diperoleh.

Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur TNI dan Polres Jayawijaya juga terus mendalami dugaan keterlibatan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut. Informasi awal mengarah kepada kelompok yang berada di sekitar lokasi kejadian, tetapi aparat menyatakan keterlibatan setiap individu tetap harus diverifikasi sebelum dilakukan penindakan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara terukur. Aparat juga terus berupaya mencari lokasi keberadaan pihak yang diduga terlibat. Pengejaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis Papua Pegunungan yang memiliki medan luas dan sulit dijangkau.

Di tengah berlangsungnya pengejaran, jenazah Aris telah dipulangkan ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan. Proses pemulangan dilakukan setelah pemeriksaan terhadap jenazah dan tahapan lain yang diperlukan selesai dilaksanakan. Aparat menyampaikan dukacita kepada keluarga korban serta menegaskan penyelidikan tidak berhenti setelah jenazah dipulangkan. Kasus tersebut tetap ditangani untuk mengungkap pihak yang melakukan penembakan dan pembakaran kendaraan. Keselamatan masyarakat yang menggunakan jalur transportasi di wilayah pedalaman juga menjadi salah satu perhatian selama operasi keamanan berlangsung.

TNI dan Polri kini melanjutkan pengejaran sekaligus memperkuat pengamanan bagi masyarakat di Papua Pegunungan. Aparat menegaskan pihak yang nantinya terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penyelidikan mencakup rangkaian dugaan pengadangan, penembakan, pembunuhan, hingga pembakaran kendaraan yang digunakan korban. Personel gabungan juga terus mengembangkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan identitas serta keberadaan para pelaku. Operasi akan dilanjutkan dengan prioritas pada penegakan hukum sekaligus menjaga keamanan warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari di kawasan Jayawijaya dan sekitarnya.