Mayapada Hospital dan Lovepink Perkuat Kolaborasi Penanganan Kanker Payudara Terintegrasi

Jakarta, 17 September 2026 – Mayapada Hospital memperkuat upaya penanganan kanker payudara dengan menggandeng Lovepink Indonesia dalam memperluas edukasi, deteksi dini, pendampingan, hingga akses terhadap layanan medis. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun perjalanan pasien yang lebih terintegrasi sejak menemukan gejala, menjalani pemeriksaan, memperoleh diagnosis, hingga mendapatkan terapi. Kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker yang banyak ditemukan pada perempuan Indonesia sehingga deteksi sejak dini menjadi bagian penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan penanganan. Melalui kerja sama ini, pendekatan medis dari rumah sakit akan diperkuat dengan dukungan komunitas yang selama ini menjadi fokus Lovepink. Pendampingan psikologis dan sosial juga dinilai penting karena pasien sering menghadapi perjalanan pengobatan dalam waktu panjang. Sinergi antara fasilitas kesehatan dan komunitas diharapkan membantu pasien mendapatkan dukungan secara lebih menyeluruh.

Lovepink merupakan organisasi nirlaba berbasis komunitas yang secara resmi berdiri dengan nama Yayasan Daya Dara Indonesia. Organisasi tersebut berfokus meningkatkan kesadaran mengenai kanker payudara, terutama pentingnya pemeriksaan dan deteksi dini. Kegiatannya mencakup edukasi melalui Pink Talk, pemeriksaan melalui Pink Screening, serta pendampingan terhadap pasien, warriors, dan survivors kanker payudara. Lovepink juga telah membangun jaringan komunitas di sejumlah kota di Indonesia untuk memperluas jangkauan edukasi. Kehadiran komunitas memberikan ruang bagi pasien untuk berbagi pengalaman dan memperoleh dukungan dari penyintas yang pernah menjalani perjalanan serupa. Model pendampingan tersebut kemudian dipadukan dengan kemampuan klinis yang dimiliki Mayapada Hospital.

Mayapada Hospital sendiri telah mengembangkan layanan kanker melalui Oncology Center yang menangani berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara. Pendekatan yang diterapkan melibatkan sejumlah dokter dari berbagai disiplin ilmu sesuai kondisi masing-masing pasien. Pemeriksaan dapat dimulai dari konsultasi dan diagnostik sebelum dilanjutkan dengan penentuan terapi berdasarkan karakteristik penyakit. Penanganan kanker payudara dapat melibatkan dokter bedah onkologi, onkologi medis, radiologi, patologi anatomi, serta disiplin medis lainnya. Koordinasi antardokter diperlukan karena setiap pasien dapat membutuhkan kombinasi terapi yang berbeda. Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan menghasilkan keputusan klinis yang lebih terarah sesuai kebutuhan pasien.

Kolaborasi dengan Lovepink juga menempatkan deteksi dini sebagai salah satu perhatian utama. Pemeriksaan payudara secara berkala membantu menemukan perubahan yang membutuhkan evaluasi medis lebih lanjut. Apabila terdapat indikasi tertentu, pasien dapat menjalani pemeriksaan seperti ultrasonografi payudara atau mammografi sesuai usia, kondisi dan rekomendasi dokter. Diagnosis pada stadium lebih awal umumnya memberikan lebih banyak pilihan penanganan dibandingkan ketika penyakit ditemukan dalam kondisi lanjut. Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengendalian kanker payudara. Edukasi juga diperlukan agar masyarakat memahami faktor risiko serta tidak menunda pemeriksaan ketika menemukan perubahan pada payudara.

Mayapada Hospital sebelumnya telah menjalankan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran mengenai kanker payudara. Program tersebut antara lain berupa edukasi bersama dokter, diskusi dengan penyintas hingga penyediaan pemeriksaan USG payudara dalam kegiatan tertentu. Rumah sakit juga pernah terlibat dalam program pemeriksaan payudara gratis yang menjangkau lebih dari seribu peserta. Pengalaman tersebut menjadi dasar untuk memperluas pendekatan dari kegiatan edukasi menjadi ekosistem penanganan yang semakin komprehensif. Pasien diharapkan tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga memiliki jalur yang jelas ketika membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan. Kerja sama dengan komunitas dapat membantu menjembatani kebutuhan tersebut.

Dukungan terhadap pasien juga menjadi perhatian karena diagnosis kanker dapat memberikan dampak psikologis terhadap pasien maupun keluarganya. Kekhawatiran mengenai pengobatan, perubahan kondisi fisik, biaya hingga aktivitas sehari-hari dapat muncul selama perjalanan terapi. Komunitas penyintas dapat memberikan perspektif dan dukungan moral yang berbeda dari layanan medis di rumah sakit. Pasien dapat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan orang yang telah menjalani pengalaman serupa. Sementara tenaga kesehatan tetap bertanggung jawab memberikan penjelasan mengenai diagnosis, pilihan terapi dan pemantauan medis. Kombinasi kedua pendekatan tersebut diharapkan membuat pasien merasa lebih didampingi selama menjalani pengobatan.

Penguatan layanan kanker juga terus dilakukan Mayapada Healthcare melalui pengembangan fasilitas onkologi. Salah satunya dilakukan di Mayapada Hospital Tangerang yang mengembangkan tower baru dengan fokus utama pelayanan kanker terpadu. Fasilitas tersebut dirancang mencakup kedokteran nuklir, theranostic, layanan diagnostik, kemoterapi, mammografi serta berbagai layanan pendukung lainnya. Pengembangan infrastruktur tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap pelayanan kanker yang semakin kompleks dan terintegrasi. Teknologi diagnostik memiliki peran penting untuk membantu dokter menentukan karakteristik serta perkembangan penyakit. Infrastruktur tersebut kemudian perlu didukung tenaga medis multidisiplin dan sistem pendampingan pasien yang berkesinambungan.

Kerja sama Mayapada Hospital dan Lovepink diharapkan memperkuat rantai penanganan kanker payudara mulai dari peningkatan kesadaran hingga pendampingan selama terapi. Tantangan utama tidak hanya menyediakan teknologi dan dokter, tetapi juga mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan sebelum penyakit berkembang ke stadium lanjut. Edukasi yang konsisten menjadi penting agar perempuan memahami perubahan pada tubuh yang perlu diperiksakan kepada tenaga medis. Di sisi lain, pasien yang telah mendapatkan diagnosis membutuhkan akses terhadap penanganan terintegrasi dan dukungan selama menjalani terapi. Kolaborasi rumah sakit dan komunitas menjadi salah satu pendekatan untuk menjawab kebutuhan tersebut secara lebih menyeluruh. Upaya ini diharapkan ikut meningkatkan kesadaran deteksi dini sekaligus memperkuat kualitas penanganan kanker payudara di Indonesia.